Salah siapa?

Setiap kata yang meluncur dari mulut si kawan itu selalu kalimat-kalimat negatif, mencerocos tanpa henti, seperti talang kostku sewaktu hujan malam tadi. “Salah si anu nih!”, “Gara-gara Pak Anu nih!”, “Gimana sih, kok bisa jadi seperti ini!”, “Geblek!” dan kalimat-kalimat negatif sejenisnya diucapkannya dengan euforia dan semangat yang menggebu-gebu.

Dari kalimat-kalimatnya tadi, tak ada satupun kalimat yang ditujukan untuk dirinya sendiri, kecuali mungkin disisipkan barang satu atau dua kali dengan pongahnya, betapa dia berusaha keras mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Padahal saya tahu betul, bahwa kepongahannya tersebut tak lebih dari mencari kambing hitam saja, dan mungkin di beberapa kesempatan, cari muka.

Mencari kesalahan memang lebih gampang daripada mencari kebaikan seseorang. Maka dari itu saya hanya tersenyum-senyum saja mendengar semua pernyataan si kawan itu. Berdebat pun tiada guna, bisa menyebabkan darah tinggi dan buang-buang tenaga saja. Untung saja si kawan tidak bertanya ke saya, kalau saja dia bertanya ke saya, maka saya pun jawab, “Salah kambing kawan, kenapa dia warnanya hitam.”

public_sector_unions_official_scape_goatScapegoat-09-16-11-400x400

Jakarta, 20 Maret 2015

Gambar by Google, Nick Galifianakis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s