Presiden Termiskin di Dunia

Waktu menunjukkan pukul 20.00, tepat seminggu menjelang pelantikan Presiden terpilih Joko Widodo, ketika tiba-tiba Pak Bos memberikan disposisi untuk membuat konsep surat penetapan akun baru. Surat permintaan datang dari Sekretaris Negara, yang intinya mereka membutuhkan akun yang digunakan untuk menyediakan rumah untuk mantan presiden dan mantan wakil presiden.

Dalam surat, disebutkan bahwa mengacu pada Perpres Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pengadaan dan Standar Rumah Bagi Mantan Presiden dan/atau Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, bagi Mantan Presiden dan/atau Mantan Wakil Presiden yang diberhentikan dengan hormat dari jabatannya diberikan sebuah rumah kediaman yang layak. Layak menurut siapa? Menurut Pak Presiden sendiri tentunya. Untuk harganya? Di dalam Perpres tersebut sih ndak ada satupun kalimat yang membahas hal tersebut.

Akibatnya 3 hari berikutnya saya harus pulang di atas jam 10 malam, karena Super Bos Besar mewanti-wanti bahwa paling lambat di akhir minggu dana tersebut sudah harus cair dan rumah sudah terbeli, dyaar.

By the way, berapa sih harga rumah yang disukai oleh Pak SBY? Jadi saya sempat ngobrol dengan pegawai Sekretariat Negara, mereka cerita bahwa Pak SBY memilih tanah seluas 1500m2 di daerah Mega Kuningan, untuk 1m2 harganya 75 juta, jadi kesimpulannya harga tanah yang akan diberikan kepada Pak SBY adalah 1.500×75.000.000= silakan hitung sendiri, kalkulatorku ndak muat digitnya. Itu baru tanah saja lho ya, rumahnya tahun depan baru dibangun, waooo.

Pak SBY yang saya hormati, sebagai mantan rakyatmu, dan juga Mbah kita masih tangga di Pacitan sana, saya kok merasa punya hak untuk ngandani Sampeyan ya. Jadi Sampeyan kan orang Jawa, sama seperti saya, harusnya Sampeyan punya rasa ewuh pakewuh, rakyat sampeyan itu masih banyak yang pusing nyari rumah, termasuk saya. Tapi sampai menjelang lengser pun, Sampeyan kok ya masih sempet-sempetnya nuntut rumah ke negara semahal itu. Sampeyan nggak cukup dengan istana Sampeyan yang di Cikeas itu?

Pak SBY yang saya hormati, memang dibandingkan dengan APBN kita yang 1500T itu, uang untuk membeli rumah buat Sampeyan kecil sekali. Tapi apa Sampeyan tahu kalau duit buat beli rumah Sampeyan itu mungkin hasil ngutang karena anggaran kita defisit.

Pak SBY yang saya hormati, apa Sampeyan tahu, kalau di jembatan penyeberangan tepat di depan Pasar Festival, yang dekat sekali dengan calon rumah Sampeyan yang baru nanti, ada pengemis yang kakinya buntung, dia hidup dari belas kasihan orang yang lewat di situ, saya yakin Sampeyan pasti iba melihatnya, tapi kok ya Sampeyan tega makan uang mereka, atau mungkin Sampeyan merasa jasa Sampeyan selama 10 tahun pantas dihargai dengan uang sejumlah itu? Maka Sampeyan sungguh murah sekali. Padahal lho ya kalau Sampeyan sungguh ingin tahu apa pendapat rakyat mengenai kepemimpinan Sampeyan, Sampeyan main saja ke Pasar Senen atau Pasar Palmerah, itung-itung sambil jogging, pagi-pagi sehabis subuh, Sampeyan bisa tanya ke mereka tentang kepemimpinan Sampeyan selama 10 tahun itu, saya jamin Sampeyan bakal mikir lagi untuk nuntut rumah ke negara semahal itu, tapi ya itu kalau Sampeyan masih punya rasa ewuh pakewuh tadi itu lho ya.

Pak SBY yang saya hormati, saya mohon maaf sekali lho, sebagai orang Jawa saya harusnya mikul dhuwur, mendem jero, tapi saya kira Sampeyan tidak merasa ada yang salah dengan nuntut rumah ke negara semahal itu, wong Sampeyan yang tanda tangan peraturannya. Dan saya yakin, pengelolaan keuangan negara kita menurut UU. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara salah satunya menganut prinsip transparansi, jadi saya boleh ya cerita di sini, biar para wajib pajak tahu untuk apa pajak mereka.

Dan Pak SBY yang saya hormati, sebenarnya masih banyak yang ingin saya sampaikan kepada Sampeyan, juga kepada Pak JK dan Pak Boediono, karena mereka juga dapat rumah di Sriwijaya dan Menteng, tapi saya kira mereka ikut-ikut Sampeyan saja. Jadi saya cukupkan di sini saja, karena saya ngantuk sekali, selama seminggu ini saya harus pulang malam lagi. Dan sorry lho Pak SBY, tanpa mengurangi rasa hormat, sampeyan saya tetapkan sebagai (mantan) presiden termiskin di dunia menurut saya, semoga Sampeyan berkenan, selamat.

Jakarta, 06 November 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s