Dear, Orang Di Atas Sana

palu

Sebagai bawahan, selayaknya bersikap 86 terhadap keputusan dan kebijakan yang diambil oleh pembuat kebijakan. Namun tentu saja sebagai individu yang mandiri, ada kalanya kita mempunyai pemikiran berseberangan dengan mereka. Untuk benar salahnya, nanti dulu, hal tersebut sangat sangatlah subyektif, tergantung dari sudut pandang masing-masing.

Yang terkini tentu saja, para anggota dewan di Senayan sana yang sedang bermain-main. Hanya saja memang mainan mereka menentukan masa depan bangsa ini. Tapi ya sudahlah, saya sudah mangkel dengan dagelan mereka yang dangkal dan tidak cerdas, biarlah kutitipkan masa depan bangsa ini kepada Tuhan saja.

Di lain sisi, berdasarkan pengalaman saya, berdasarkan apa yang saya pelajari dari orang-orang yang saya temui, dari hal-hal di sekitar saya, sangat sangat disayangkan sekali masih banyak ditemui pembuat kebijakan semacam penghuni Senayan sana. Banyak kebijakan yang diambil berdasarkan angka, otak saja yang berkuasa, hatinya entah pergi kemana, padahal tak jarang balutan agama kental sekali melekat pada mereka.

Dalam pelaksanaan negara, peraturan memang dibuat sebagai pakem bagi pelaksananya, namun apa jadinya jika peraturan dibuat berdasarkan hitung-hitungan untung-rugi, negara dikelola layaknya warung sate, yang tentu saja pantang bagi penjual untuk rugi, dan bahkan kalau bisa, diraup untung sebesar-besarnya.

Mencari orang pintar itu gampang, segampang mencari orang yang tidak jahat, hanya saja di dunia ini mencari kombinasi orang pintar, tidak jahat, dan tidak rakus bukanlah perkara mudah.

Jakarta, 26 September 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s