Wolak-waliking Jaman

Wolak-waliking jaman, begitu bijaksananya leluhur memandang hidup. Hidup tak selamanya di atas, yang berarti manusia harus belajar kerendahhatian. Kesuksesan dan kegagalan tak lain adalah hal sama apabila kita memandang dari wolak-waliking jaman tersebut. Masa kini merupakan hasil yang kita peroleh dari masa lalu, dan juga masa kinilah yang menentukan masa depan manusia nantinya. Hanya saja banyak yang mengutuk masa lalu, merasa jenuh dengan masa kini, dan terlalu khawatir dengan masa depan, menjadikan hidup tidak bermakna. Mengalir sesuai yang digariskan memang tidak mudah, karena lebih sering bertabrakan dengan harapan manusia, siapa yang mau di bawah? Semua mau di atas.

ImageWolak-waliking jaman, yang di atas pasti pernah di bawah, yang di bawah lambat laun pasti akan naik ke atas. Hidup tak ubahnya seperti roda pedati yang terus berputar. Tak selamanya jalan mulus, tentu ada ganjalan dan liku-liku yang musti dilewati. Dan di setiap putaran mengandung pesan-pesan kepada manusia untuk membuat hidup lebih bermakna. Mengutip Gede Prama, “Tidak ada musuh kehidupan, yang ada hanya pesan-pesan yang perlu diendapkan.” Mengikhlaskan masa lalu, mensyukuri masa kini, dan berprasangka baik terhadap masa depan.

Wolak-waliking jaman, makin banyak yang lupa, makin banyak yang keblinger; sak begja-begjane wong lali, isih begja wong kang eling lan waspada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s