23, the Show Must Go On

Tak terasa sudah setahun setelah saya menulis pengharapan ulang tahun saya tahun lalu. Dan sekarang saya berada di 23, Namun begitu, pikiran saya masih menipu saya dan saya pun juga masih tertipu dengan merasa bahwa saya masih  belum setua ini.

Terima kasih Tuhan atas skenario-Mu di usia 22 saya, perjalanan yang hebat dan penuh lika-liku di sana. Perjalanan hidup saya di usia 22 kurang lebih sesuai dengan pengharapan saya, dan bahkan merupakan tahun paling produktif saya. Banyak pelajaran yang saya peroleh, terutama tentang bagaimana saya harus, dan wajib, berpositif thinking, karena dari positif thinking lah muncul optimisme dan rasa syukur dan dari situ munculah kebaikan. Selain itu saya banyak mendapatkan pengalaman baru dan bertemu dengan orang-orang hebat di berbagai tempat, yang kesemuanya itu tentulah mempengaruhi hidup saya.

Gunung Gambar, 21 Tahun

Dan sekarang menginjak di 23, tentu ada harapan-harapan yang ingin saya capai di usia saya yang menua ini. Menjadi pribadi yang lebih baik tentu merupakan kewajiban bagi saya. Untuk kesehatan, semoga selalu sehat wal afiat, namun saya sendiri juga harus sadar diri dengan banyak mengurangi gula, tembakau, dan makan enak. Selain itu semoga segala urusan saya selalu dimudahkan dan dilancarkan. Dan yang terakhir, tahun depan saya tidak tahu akan berada di mana, namun saya berharap agar saya diberi kesempatan untuk tetap tertambat di kota ini, Jakarta, masih banyak yang ingin saya gapai di kota ini.

Dalam beberapa hal, menurut obyektifitas saya, beberapa kawan saya telah jauh melangkah, sementara beberapa masih di belakang. Saya tidak mau merasa iri kepada mereka, hanya saja saya perlu untuk melihat ke atas untuk menjadikannya pecut penyemangat saya, dan tentu tak lupa untuk melihat ke bawah untuk selalu bersyukur. Rasa malas mungkin masih menjadi batu karang di hadapan saya. Terlalu banyak duduk di depan laptop dan bersantai selagi teman-teman saya banyak yang berjuang di luar sana. Jujur saja dalam 1 bulan belakangan ini saya kurang bisa fokus dan terperangkap di awang-awang. Saya pernah membaca, entah saya lupa siapa yang mengatakan, bahwa keberhasilan di usia 40-an, merupakan hasil dari usaha keras di usia 20-an. So, tidak ada ruang untuk rasa malas saat ini. Semoga saya bisa menendang jauh rasa malas dari hidup saya.

Dan bismillah, saya mulai hidup saya di usia 23.

Jakarta, 28 Agustus 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s