Treasury Dealing Room

Treasury dealing room? Apa itu? Mungkin bagi kawan-kawan di Dir. Akuntansi dan Pelaporan Keuangan dan Dir. Pengelolaan Kas Negara tak asing lagi dengan istilah tersebut. Treasury dealing room adalah upaya yang dilakukan oleh BUN untuk mengelola idle cash pada Rekening KUN, sekali lagi, Rekening KUN yang besar sekali jumlahnya itu. Saat ini, transaksi yang ada pada treasury dealing room hanya sebatas safe investment, yaitu berupa penempatan kas negara di Bank Indonesia dan Bank Umum. Namun, ke depannya treasury dealing room akan berkembang menuju investment-investment yang “bisa rugi”, ada pembelian obligasi, repo, reverse repo, dan transaksi-transaksi derivatif lainnya. Namun, transaksi-transaksi yang dilakukan oleh treasury dealing room hanyalah transaksi yang mempunyai likuiditas tinggi & bersifat jangka pendek. Misalnya untuk pembelian obligasi, obligasi yang dibeli adalah obligasi yang akan jatuh tempo.

content-berita-9045

Keuntungan dari treasury dealing room akan disetor ke Rekening Bank Persepsi, sementara pokoknya disetor lagi ke Rekening KUN. Lalu bagaimana kalo rugi? Siapa yang bertanggung jawab?

Sebenarnya pembahasan mengenai kerugian dalam transaksi treasury dealing room cukup alot, apakah dialokasikan ke DIPA atau dimasukkan ke transaksi non-anggaran. Jikalau dimasukkan dalam DIPA, maka pada awal tahun kita sudah berasumsi untuk rugi dalam transaksi tersebut, padahal pola pikir dalam investasi pemerintah kita tidak boleh berasumsi untuk rugi. Namun, jika tidak dimasukkan dalam DIPA, bagaimana mekanisme menutup kerugian atas transaksi tersebut, bagaimana mungkin tiba-tiba kas di Rekening KUN tiba-tiba berkurang?

Namun, pihak-pihak pemangku kepentingan telah memutuskan, bahwa kerugian atas transaksi treasury dealing room, akan dimasukkan dalam DIPA. Saya sendiri, “secara pribadi”, berpendapat bahwa sebenarnya seluruh transaksi treasury dealing room tidak perlu dimasukkan dalam DIPA, cukup dimasukkan ke dalam Catatan Atas Laporan Keuangan, karena menurut saya pengelolaan kas seyogyanya merupakan transaksi non anggaran.

Untuk overview, berikut kurang lebih posting rules transaksi-transaksi treasury dealing room (TDR Revised 14 Februari 2013).

Penutup kata, triwulan ke-empat aplikasi treasury dealing room akan sudah jadi, lengkap dengan ruangan-ruangannya yang canggih dan SDM’nya yang terlatih pula. Semoga sukses, Nagara Dana Raksya!

Advertisements

3 thoughts on “Treasury Dealing Room

    • Wkwkw, saya belum setua itu bro, paling selisih berapa tahun saja darimu, jadi panggil mas sahaja,

      Dari sisi akuntansi, pertama baca dulu PMK Nomor 213/PMK.05/2013 tentang SAPP untuk mengetahui posisi TDR ini dalam keuangan negara, di situ masbro akan menemui Sistem Akuntansi BUN – Sistem Akuntansi Transaksi Khusus, salah satunya adalah Pendapatan dan Belanja atas TDR ini. Setelah itu coba baca PMK Nomor 256/PMK.05/2015 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Transaksi Khusus.

      Untuk detail transaksinya, karena saya sekarang sudah ditugaskan di tempat lain, saya sudah tidak update lagi, sehingga alangkah baiknya masbro menanyakan langsung ke Dit. PKN. Namun, secara garis besar transaksi yang ada pada TDR seperti di file yang saya attach di post saya.

      Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s