Ciptakan Oase dalam Diri

Dunia sedang panas membara, konflik-konflik yang tak jelas sebab musababnya kian marak dimana-mana, menebar aroma anyir di udara. Perang sudah tak lagi seperti Baratayudha, tak jelas siapa kawan, siapa lawan, karena semua memilih peran sebagai Sengkuni. Materialisme menjadi raja, hidup seperti layaknya berdagang, semua orang mau untung sementara yang lain buntung. Semua merasa paling benar, yang beda paham, beda pandangan, beda selera, tentu salah. Adu otot lebih dipilih, karena diskusi dirasa susah. Orang mudah benci apa-apa yang belum mereka kenal, tapi terlalu mudah menyukai hal yang disukai banyak orang, Mengeluh dan merasa kurang lebih mudah daripada mensyukuri yang ada. Orang lebih suka bermewah-mewah, terlalu sayang untuk berbagi. Anak menjadi majikan dari orang tuanya, menghasilkan generasi jiwa-jiwa yang manja. 7 deadly sins : gluttony, pride, sloth, lust, greed, wrath, envy ada dimana-mana, semua terasa biasa dan bahkan beberapa bangga dengannya.

Pada akhirnya alam pun tak tinggal diam, hujan turun salah mongso, gempa dan banjir datang tak dinyana, gunung-gunung pun menggelegak, sawah-sawah tak lagi menghasilkan dan laut pun tak ramah pada nelayan.

Ciptakan oase dalam diri, jalani hidup dengan banyak bersyukur dan berbagi, menghargai mereka yang berbeda lebih nikmat daripada memenuhi hati dengan kebencian. Think and live positively, saat hati selalu sujud dan jiwa selalu tunduk, maka hidup akan menuju ke arah yang kita inginkan, tanpa kita sadari.

Jakarta, 25 November 2012
Photo by me.