Ciwidey, Pesona Alam di Selatan Bandung

Ciwidey sebuah kecamatan di Bandung Selatan, menyimpan keeksotisan tersendiri. Hamparan kebun teh yang hijau menyegarkan, berbeda dengan kebun-kebun teh di puncak Bogor yang mulai tercemar oleh sampah-sampah.

Kebun-kebun teh di atas akan terlihat di sepanjang jalan menuju Situ Patengan, guratan-guratan pematangnya lebih terlihat seperti crop circle daripada pembatas lahan teh.

Situ Patengan, sebuah danau di lereng Gunung Patuha, sebuah gunung yang dikeramatkan oleh penduduk di sekitarnya. Situ Patengan sebuah danau yang terbentuk dari letusan gunung berapi, dengan air yang tenang dan gelap. Di tengahnya terdapat sebuah Pulau Asmara, sebua pulau kecil tak berpenghuni kecuali oleh kera-kera yang jarang terlihat.

Batu Cinta, sebuah batu yang menyembul di sebelah barat Situ Patengan, dipercaya di sinilah tempat bertemunya sepasang kekasih, yaitu Ki Santang dan Dewi Rengganis yang telah lama berpisah.

Suhu akan turun drastis di saat hari mulai gelap, mungkin di bawah 10° C. Bayangan bulan terpancar nanar di permukaan danau.

Kawah Putih, danau sulfur yang terbentuk sekitar abad ke sepuluh. Kawah putih ditemukan oleh Junghuhn, yang juga mengelompokan iklim-iklim di Indonesia. Masyarakat sekitar mengkeramatkan tempat ini, mereka percaya bahwa daerah ini merupakan tempat berkumpulnya arwah leluhur. Bau belerang menyengat, menyeruak diantara pohon-pohon yang mengering di sekitar kawah.

Selebihnya silakan intrepetasikan menurut mata Anda, karena gambar lebih banyak bicara daripada selaut kata-kata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s